Hari ini (Sabtu, 7 Februari 2009) ikutan acara kuliah umum bagi guru se-Jabotabek dengan judul Tantangan Profesionalitas Guru dalam Menghadapi Globalisasi Pendidikan di Auditorium Lodjimas (gedung Balai Pustaka di daerah Senen) yang dihadirin sekitar ratusan guru dan rasanya lumayan juga, walau pencerahan yang diberikan gag begitu nampol. Wahahaha… Acara ini kayaknya sih lebih ke peluncuran majalah Guruku, yang jadi ‘adik’ dari Majalah Pelajar (MP). Tapi lumayan lah, hehehe, secara dapet gratisan. Wakakaka…
Kemarin aku dapet surat tugas ikut seminar dari kepala sekolah, dengan isi seminar sama kayak yang disebut di atas, dan rasanya seneng ajah. Maklum, hobby sama yang namanya jalan dan cari ‘pelajaran’ di luar kelas. Hehehehe. Yah, akhirnya siap-siap lah. Karena temanya tentang tantangan profesionalitas guru, jadi gag terlalu asing.
Akhirnya, walau gerimis, pagi tadi berangkat juga deh, pake mantel. Sampe di sana cukup tepat waktu dan nyaris bareng sama guru Dipschool yang lain (bu Retno dan bu Imas). Lalu, ikutinlah tuh acara mpe selesai. Mulai dari kuliah umum dari pak Giri Suryatmana (Sesditjen PMPTK), acara hiburan, sambutan-sekaligus-iklan dari sponsor, dan peluncuran buku. Sayangnya, gag ada roket di sini, jadi meluncurkan majalahnya cuma pake dibagiin satu-satu ke peserta. Hahahaha…
Siangnya, pas mau pulang,sempet nunggu antrian keluar ruang sambil celingak-celinguk nyariin pak Adi yang diharapkan bisa bareng. Eh, udah keluar, gag kebagian makan. Haha,,, kurang beruntung rupanya. Karena pesertanya banyak, dan sebagian dah ngambilin wat temen-temennya, jadi intinya gag kebagian gratisan makan. Hohohoho,,, tapi gag masalah.
Yang seru dari acara tadi adalah, masukan tentang guru yang diharapkan melek info dan ICT. Aku jadi semangat banget deh, buat mulai lagi ngutak-atik e-learning. Yah, pemerintah juga lagi mulai menggembar-gemborkan E-learning, dan guru-guru insya Allah bakal terus diperhatiin kok nasibnya. Baik guru PNS atau guru swasta. Aku pikir sih, gag mesti ngejar PNS lah, kalo ada kesempatan yah ayuuu, kalo gag yah bukan akhir dari segalanya.
Pokoknya, guru mesti lebih profesional. Tanpa perlu dikasiih iming-iming bayaran lebih atau imbalan. Nanti, semua itu akan nyusul otomatis kok. Gak perlu kuatir…

Kemarin, secara setengah sengaja coba nyari beberapa referensi tentang CEO dan akhirnya nyangkut juga di
Satu tulisan yang gak kalah menggelitik sekaligus nabok (parah nih) adalah Guru Go-BLOG, sebuah ujaran sindiran sekaligus motivasi bagi para guru. Berarti insya Allah termasuk aquwh, sebagai calon guru sejati. Di tulisan itu, disinggung bahwa guru gak boleh goblok (dengan gak manfaatin berbagai teknologi informasi), tapi harus go-Blog (mulai nulis di blog, dsb–dan sederet bidang lain). Yah, memang sudah waktunya guru juga melek info, dan gak kalah sama siswanya yang belakangan hobby banget sama kasih koment di FS (Friendser), atau bergelut dengan teman lain di dunia FB (Facebook).

