Sesi ke-100 diskusi meja bundar atawa lebih populer disebut RTD, singkatan dari Round Table Discussion diadakan oleh RELO kemarin (Rabu, 29 Okt 2008). Alhamdulillah banget, bisa jadi salah satu dari participant di sana, ‘coz pada diskusi sebelumnya aku juga berkesempatan buat ikut. Acara three in one (3 in 1) ini bisa dibilang seru banget karena selain dapet banyak gratisan (hehehe,,,) bisa kenal beberapa orang juga dan tambah pengetahuan, terutama soal LMS (Learning Management System).
Diawali dengan kegiatan ’sarapan pagi’ dari jam sembilan pagi sampai jam berupa kue-kue dan minuman kopi break, kegiatan ini berjalan dengan sangat lancar dan menyenangkan (walau terlalu singkat). kebetulan, ada lepet, makanan dari bahan ketan yang waktu aku masih kecil hanya bisa dinikmati saat acara tertentu atau kalo ada layar tancep. Hehehehe…..
Trus… gratisannya, banyak! Dapet buku tentang demokrasi githu, trus post it, trus notebook (buku catetan kecil), beberapa majalah dan informasi mengenai beasiswa. Pokoknya, gak nyesel dah ikud.
Belum lagi pembicaranya, banyak dan keren. Ada lima pembicara yang disandingkan dan diminta ngomong mengenai bagaimana kita (khususnya orang-orang yang peduli) empower [English] teachers in Indonesia. Berat juga bahasannya, hehehe… Bagaimana meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru-guru bahasa Inggris di Indonesia. Beberapa isu yang dibahas antaranya mulai dari diri sendiri (dari dalam hati kita), dan dilanjutkan dengan memiliki program serta target pencapaian dan manfaatkan seluruh sumber daya dan teknologi yang ada.
Akhirnya, setelah diskusi yang menjelang pukul dua belas siang semakin seru, waktunya potong tumpeng dan makan siang. Potong TIGA tumpeng di sini maksudnya ada tiga. Perayaan diskusi RELO RTD ke sesi keseratus dapet satu tumpeng. Farewell party chief of RELO dapet satu tumpeng. Juga, wellcome party buat chief of RELO yang baru dapet satu tumpeng. Seru juga makan siang sambil sedikit diskusi sama bule yang shock dengan budaya copy paste. Wahahaha,,,,



